SMPN 1 Gresik Ciptakan Masker Berbasis Karbon Aktif dari Limbah Pabrik Sekitar
Gresik dikenal sebagai salah satu kota industri terbesar di Jawa Timur, di mana keberadaan berbagai pabrik skala besar memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan namun juga menyisakan tantangan lingkungan berupa polusi udara. Debu halus dan emisi gas dari kawasan industri sering kali menjadi keluhan harian warga, terutama bagi para pelajar yang harus bermobilitas setiap hari. Menghadapi kenyataan ini, para siswa di SMPN 1 Gresik melakukan sebuah langkah cerdas yang bersifat solutif sekaligus edukatif. Mereka memanfaatkan potensi lokal yang ada untuk menjawab masalah tersebut dengan cara ciptakan masker berbasis karbon aktif yang dirancang khusus untuk menyaring polutan tingkat tinggi.
Inovasi ini bermula dari keprihatinan para siswa terhadap banyaknya limbah pabrik sekitar yang belum dimanfaatkan secara optimal, salah satunya adalah limbah tempurung kelapa dan residu organik dari industri pengolahan kayu. Di bawah bimbingan guru sains, para siswa belajar bahwa limbah-limbah tersebut dapat dikonversi menjadi karbon aktif melalui proses karbonisasi dan aktivasi kimia. Karbon aktif dikenal memiliki pori-pori mikroskopis yang sangat efektif dalam mengadsorpsi gas beracun dan partikel debu halus (PM2.5). Dengan kemampuan ini, SMPN 1 Gresik memulai riset panjang untuk menyematkan lapisan karbon tersebut ke dalam struktur pelindung pernapasan yang nyaman digunakan oleh anak sekolah.
Proses produksi dimulai dengan mengumpulkan limbah pabrik sekitar yang kemudian dibersihkan dan dibakar dalam tangki kedap udara (pirolisis). Setelah menjadi arang, material tersebut diaktivasi menggunakan uap air panas untuk membuka pori-porinya agar daya serapnya maksimal. Para siswa kemudian merancang desain filtrasi di mana karbon aktif tersebut diselipkan di antara lapisan kain katun yang lembut. Hasilnya, keputusan untuk ciptakan masker berbasis karbon aktif ini terbukti mampu memberikan perlindungan yang jauh lebih baik dibandingkan masker kain biasa. Masker ini tidak hanya menyaring debu, tetapi juga mampu menetralisir bau tidak sedap yang sering muncul dari kawasan industri di sekitar sekolah.
Keunggulan dari proyek SMPN 1 Gresik ini adalah konsep ekonomi sirkular yang diusungnya. Dengan memanfaatkan limbah pabrik sekitar, biaya produksi masker menjadi sangat terjangkau bagi kantong pelajar. Selain itu, masker ini didesain agar filter karbonnya dapat diganti secara berkala, sehingga mengurangi limbah masker sekali pakai yang merusak lingkungan.
