SMPN 1 Gresik Mendukung Program Sejuta Pohon: Upaya Perawatan Tanaman Sekolah
SMPN 1 Gresik menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan aktif mendukung Program Sejuta Pohon nasional. Dukungan ini tidak hanya diwujudkan melalui penanaman, tetapi yang lebih krusial, melalui praktik perawatan tanaman sekolah yang berkelanjutan dan edukatif. Perawatan adalah kunci dari penghijauan jangka panjang.
Inisiatif perawatan ini diintegrasikan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler wajib, melibatkan setiap siswa secara bergiliran. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran bahwa merawat kehidupan jauh lebih penting dan menantang daripada sekadar menanamnya. Siswa belajar tanggung jawab ekologis sejati.
Salah satu inovasi dalam mendukung Program Sejuta Pohon adalah pembentukan tim “Dokter Tanaman” yang terdiri dari siswa-siswi. Tim ini bertugas memantau kesehatan tanaman, mengidentifikasi hama, dan memberikan perawatan dini, menggunakan metode organik yang ramah lingkungan.
Kegiatan perawatan ini mencakup pembuatan pupuk kompos mandiri dari sampah organik sekolah. Siswa diajarkan cara mengolah sisa makanan dan daun kering menjadi nutrisi bagi tanaman. Siklus tertutup ini mengurangi limbah sekaligus menjamin pasokan pupuk alami yang berkualitas.
Program Sejuta Pohon di SMPN 1 Gresik juga fokus pada konservasi air. Sekolah membangun bak penampungan air hujan sederhana yang kemudian digunakan untuk penyiraman. Teknik irigasi tetes diterapkan untuk meminimalkan pemborosan air, mengajarkan efisiensi sumber daya air.
Setiap tanaman yang ada di sekolah, termasuk pohon-pohon rindang di halaman, memiliki kartu identitas digital. Siswa dapat memindai kode QR pada pohon untuk melihat jenisnya, usia, dan riwayat perawatannya. Ini menjadikan Program Sejuta Pohon sebagai bagian dari pembelajaran berbasis teknologi.
Para guru mata pelajaran IPA dan Biologi memanfaatkan taman sekolah sebagai laboratorium hidup. Siswa melakukan pengamatan pertumbuhan, fotosintesis, dan interaksi ekosistem secara langsung. Lingkungan sekolah yang asri menjadi media belajar kontekstual yang jauh lebih efektif daripada teori di kelas.
Sekolah mengadakan kompetisi “Pohon Terawat Terbaik” antar kelas setiap triwulan. Kompetisi ini menumbuhkan semangat persaingan positif dan mendorong semua siswa untuk memberikan perhatian terbaik pada tanaman yang menjadi tanggung jawab mereka, meningkatkan kualitas perawatan secara keseluruhan.
